Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin

Mendidik Sesuai Sunnah Nabi

Archive for the ‘Jalan Kebenaran’ Category

Posted by admin ADD COMMENTS

Pengantar Seseorang akan hidup penuh makna apabila jiwanya bersih. Maka beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya. Tidak hanya di dunia, bahkan di akhirat. Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman, قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا “Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya“. [asy Syams/91: 9,10] Dalam rangka mensucikan jiwa tersebut, satu-satunya jalan yang harus ditempuh, yaitu beribadah kepada Allah dengan ikhlas tanpa syirik, dan dengan mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa[...]

Posted by admin ADD COMMENTS

Kewajiban jihad tetap akan berlangsung hingga hari akhir. Dalam pengertian luas (tidak hanya perang), jihad merupakan fardhu ‘ain (kewajiban setiap muslim) menurut kemampuan masing-masing. Syaikh Shalih Al Lahidan mengatakan, “Jihad pada hari ini, saya lihat merupakan fardhu ‘ain bagi setiap muslim untuk mengajak orang masuk ke dalam dinul Islam, dengan cara hikmah dan nasihat yang baik (mau’izhah hasanan). Adalah memungkinkan bagi setiap muslim pada zaman ini untuk berjihad fi sabilillah (dalam pengertian luas,-Pen); maka tidak ada alasan bagi muslim untuk[...]

Posted by admin ADD COMMENTS

Perkembangan teknologi semakin canggih menghiasi keberadaan dunia ini. Dari yang sederhana hingga yang rumit, seolah terjawab oleh arus teknologi terkini. Jarak yang dulu dianggapnya jauh, kini bisa ditempuh dalam hitungan jam. Peristiwa di belahan dunia lain, bisa langsung diketahui oleh lainnya dalam sekekap. Pekerjaan yang memerlukan banyak tenaga manusia, dengan perlengkapan teknologi dapat diselesaikan secara cepat oleh satu atau dua orang saja. Bahkan kini, keperluan rumah tangga pun diupayakan bisa dilayani robot. Apa yang diinginkan, hanya dengan bicara, robot bisa[...]

Posted by admin ADD COMMENTS

Sejak lebih dari setengah abad yang lalu, umat Islam ditimpa bencana kekalahan bertubi-tubi. Kebanyakan orang lupa tentang sebab-sebab kekalahan dan musibah ini. padahal Allah berfirman, “Artinya: Katakanlah, ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.’” [Ali Imran: 165] Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman, “Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy-Syura: 30] Seandainya umat kita -baik penguasa maupun rakyat- mau menghayati Kitab Allah, kemudian mengamalkan hukum-hukum, serta[...]